Jumat, 27 Maret 2015

Bahasa dan Sastraku

Ketika lulus SMA saya ingin bisa melanjutkan dunia pendidikan di jurusan bahasa atau sastra, saat itu saya berfikir banyak sekali orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Saya pun sering lupa atau tidak mengerti apa itu bahasa Indonesia yang baik, bukan apa, tapi bagaimana? Pikiran saya dulu, gimana kalau saya masuk di dunia bahasa? akankah bahas ini bisa membawaku ke dalam kesenangan?.

Tapi, ternyata gagal, keinginanku hanyalah ilusi dan buaian saja.

Sekarang, saya mulai belajar menyukai dunia yang lain, ketika saya masuk jurusan yang ini, saya selalu positif thinking. di jurusan yang dulunya "apa sih?" jadi "okelah aku coba" . Dan ketika itu, saya berkunjung di Perpustakaan Balai .Bahasa kesempatan aku untuk melihat-lihat secara lebih mendalam tentang ilmu sastra dan bahasa kini bisa tercapai, hanya saja karena tidak mempunyai waktu yang banyak hanya beberapa kecil dari bagian koleksi yang saya baca saja, lebih spesifiknya yaitu aksara Jawa, karena sekalian belajar literatur aksara Jawa saja. Perpustakaan yang bisa dibilang cukup luas ini mempunyai koleksi dari bahasa Jawa, Indonesia, Linguistik sampai bahasa asing. Lebih tertariknya dengan bahasa Indonesia ini, sangat indah ketika kita bisa menguasai bahasa kita sendiri, bahasa Indonesia.

Di Perpustakaan ini tdak bisa mengambil buku sesuka hati, jadi kita hanya menulis judul buku yang kita inginkan lalu pustakawan akan mencarikan buku tersebut dan buku ini juga tidak boleh di pinjamkan. Jadi hanya bisa dibaca di tempat, atau bisa juga fotokopi.

Ini ada beberapa tempat dan buku yang bisa saya abadikan diponsel saya.


Manuscript Aksara Jawa



Suasana di Perpustakaan Balai Bahasa



Koleksi buku di Perpustakaan Balai Bahasa



Rak Buku


Kalau dibilang mana perpustakaan baik menurut kamu?
Ya saya akan menjawab Perpustakaan Balai Bahasa salah satunya.

Media Tv jaman sekarang

Kalau dibilang sering nonton TV sih engga juga, soalnya lebih suka beraktivitas lain daripada cuman nonton TV.
Nah di sini aku mau mengungkapkan pendapat aku tentang apa aja yang bikin aku suka dan tidak suka menonton TV.



Aku lebih suka nonton berita yang memang lagi hits di masyarakat. Tayangan TV zaman sekarang tuh banyak yang ngga sesuai dengan masyarakat kita. Contohnya sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. kalau di logika, mana ada vampire di Indonesia?yang ada juga pocong :D
Ya mana ada juga vampire yang bisa bertahan diudara panas gini.


apalagi kalau disangkutkan dengan masyarakat, ini sinetron ya ngga mendidik banget. Sekarang, sinetron ini lagi banyak disukai oleh masyarakat kita memang tidak banyak sinetron yang seperti ini, atau mungkin ini adalah sinetron pertama yang menggunakan konsep "luar negeri". Karena sinetron ini sukses dengan rating tinggi, maka mulai menjamur sinetron dengan konsep yang sama seperti ini.


Kadang aku sendiri merasa geregetan karena melihat adegan yang di mana adegan ini sedang berpacaran bahkan berpelukan di sekolah, ini menurut saya akan merusak nama baik sekolah bahkan bisa membuat remaja sekarang berani berpacaran di sekolah.



Lalu apa sinetron yang menurut aku ini baik?
Wah, sepertinya sinetron yang baik ini masih bisa dihitung yah, seperti sinetron para pencari tuhan msalnya, ini sinetron aku suka banget soalnya dari segi edukatifnya juga ada, kita bisa belajar dan mengambil informasi yang ada.
Ini saja yang bisa aku share. mungkin ada bagian kedua, karena membahas dunia pertelevisian itu sangat seru.

Selasa, 03 Maret 2015

Komunitasku

Komunitas

Pernah dengar komunitas The A Team Cheerleader nggak? Komunitas ini didirikan oleh kak Ani, sebenarnya “A” ini dari nama kak Ani nama lengkapnya Indah Setiani nah biasanya kami memanggil couch Annie. Setahu saya komunitas ini didirikan sekitar tahun 2006an apa ya, aku malah lupa. Team ini tercatat sebagai anggota resmi International Cheerleading Union, di Florida pada Maret 2008. 




The A Team pernah mendapatkan dua penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus, yaitupertunjukkan cheerleading terbanyak sebanyak 500 cheerleaders dan pembuatan piramid manusia tertinggi setinggi 12 meter. Kini, The A Team telah melebarkan sayap di beberapa kota besar yaitu, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Surabaya.

Untuk di Yogyakarta sendiri, team kami di bawah naungan TAT itu. Team kami dilatih oleh kak Aris, Kak Arum, kak Berto dan Kak Nug.

Apa saya kegiatan komunitas ini?


Komunitas ini sering mengadakan lomba-lomba tingkat kabupaten atau pun kota, yang lebih beratnya lagi tingkat nasional. Sering juga mengadakan latihan bersama dengan tim lainnya. Di sini kami mendapatkan banyak sekali teknik baru, gaya baru dan semangat baru.


Cheerleader bukan hanya penyemangat saja, tapi cheerleader itu satu kesatuan yang bisa jadi olah raga ekstream.